Meraih Ketenangan Jiwa Dengan Al Qur’an

0
396
hati tenang dengan quran
membaca quran

Saat ini begitu banyak manusia-manusia yang labil jiwanya. Hatinya kering kerontang dan gersang sehingga kegundahan selalu menggelayuti jiwanya.

Gejala-gejala semacam itu bisa kita jumpai dalam tulisan-tulisan di dinding facebook. Banyak orang menulis tentang bagaimana kondisi hatinya yang tak karuan, kebuntuan hidup dan kegalauan yang mengkacaukan suasana hati. Hal ini disebabkan jauhnya manusia dari petunjuk Ilahi. Allah telah menegaskan hal tersebut dalam firman-Nya, “Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. (QS. Thoha 124)

Salah satu cara dalam Islam untuk mendapatkan ketenangan jiwa adalah dengan membaca Al Qur’an. Orang-orang yang terbiasa membaca Al Qur’an pasti akan mendapatkan ketenangan hati. Dan ketenangan hati inilah yang membawanya untuk selalu taat kepada Allah sehingga menjadi sehat jasmani maupun rohaninya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’du ayat 28).

Hati (al-qalb) dalam al-Qur’an disebut sadr, karena sadr tempat terbitnya nurul Islam. Selain di sebut sadr, hati juga disebut fuad, karena tempat terbitnya makrifat Allah. Disebut lubb, karena tempat terbitnya tauhid. Disebut syaghaf, karena tempat kecintaan makhluk terhadap sesamanya.

Beberapa ayat-ayat al-Qur’an menjelaskan tentang ketenangan hati dan berdzikir termasuk membacanya, seperti: Al-Qur’an Surat Al Anfal [8:2, 10], an-Nahl [16:106], Al Maidah [5:113], Ali Imron [3:103, 126], dan  Al- Fath [48:18]. Selain itu, al-Qur’an juga menerangkan kemampuan al-qalb untuk dzikir dengan membacanya agar senantiasa mengingat kekuasaan Allah, seperti dalam surat  ar-Ra’du [13:28], Qaf [50:37], Az-Zumar [39:22, 23], dan al-Hadid [57:16].

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita membiasakan diri untuk membaca Al Qur’an dari pada mementingkan untuk update status di facebook dengan tulisan-tulisan yang tak jelas manfaatnya. Al-Qur’an perlu dibaca berulang-ulang sehingga kita bisa mendapatkan peringatan dari Allah dan lebih banyak hidup bersama ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan kita semua mampu memiliki pribadi-pribadi tangguh dengan ketenangan jiwa yang mampu mengantarkan kita pada ketaatan pada Ilhai.Wallahu A’lam bish Showwab.

Sumber : masilham.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here