7 Kegagalan Dasar Dalam Hidup

0
898
jangan sampai gagal

Pada dasarnya setiap orang adalah pengecut. Setiap orang memiliki bagian tertentu dalam hidupnya yang diliputi ketakutan. Ketika ketakutan itu menguasai kita, kita akan menjadi orang yang lemah dan tidak mampu hidup dan berkembang secara optimal.

Menghadapi kehidupan ini dengan berani atau selalu bersembunyi dan menunda masalah adalah suatu pilihan. Masalah dan tantangan selalu datang silih berganti selama kita masih bernapas di muka bumi ini. Sekarang, pilihlah posisi anda, menjadi orang pengecut yang dikuasai oleh ketakutan atau seorang pemberani yang menantang kehidupan? Ada tujuh ketakutan utama dalam hidup ini yang membuat seseorang memperoleh gelar pengecut. Apakah anda salah satunya? Silahkan temukan jawabannya di bawah ini!

(1) KEGAGALAN ROHANI

Kegagalan rohani berhubungan dengan spiritual anda, yakni “Manusia Dalam” diri anda yang mengendalikan seluruh aspek kehidupan anda. Gagal dalam bidang ini membuat produktivitas dalam hidup anda menjadi sangat berkurang. Morallitas yang buruk disertai sifat yang tidak menciptakan kegagalan dalam diri anda sehingga anda gagal berhasil secara sempurna dalam hidup anda.

Hidup anda acak-acakan karena tidak ada nilai moral yang dianut dalam menjalani kehidupan sehari-hari anda. Kekosongan dalam hidup hanya bisa diisi oleh Sang Pencipta dan tidak bisa dipungkiri ketika anda takut anda membangun kerohanian atau “manusia dalam” anda, hidup anda akan senantiasa dihantui dengan kegagalan. Orang yang berhasil secara kerohanian adalah orang-orang yang akan dengan tenang menghadapi setiap tantangan dalam hidup ini.

Orang yang gagal secara kerohanian adalah orang-orang yang terlalu percaya terhadap dirinya sendiri. Padahal, kalau dipikir-pikir betapa lemahnya kita sebagai manusia. Sebuh survei di Amerika Serikat yang dilakukan terhadap orang-orang kaya yang berhasil, mempunyai satu kesamaan ciri-ciri yakni religius, rajin berdo’a dan rajin menghadiri kegiatan keagamaan.

Ada sebagian orang yang merendahkan kegagalan di bidang rohani ini. Tetapi mereka tidak pernah sadar bahwa untuk mencapai kesuksesan sejati dibutuhkan sisi spiritual yang tidak bisa dimengerti secara nalar harfiyah. Sisi kerohanian juga mengajarkan kepada kita untuk semangat dalam bekerja.

Bidang kerohanian mengajarkan kita moral yang dibawa sepanjang hidup kita. Lee-Kai-Hsing, menusia terkaya di dunia nomor 11 tahun 2008 versi majalah forbes yang berasal dari Hong Kong, berusia 77 tahun, mengatakan bahwa percuma hidup yang berhasil secara harta dan ketenaran, tetapi tidak disertai dengan moral dan akhlak yang benar. Kalau anda merasa gagal dalam bidang ini, anda tidak pernah terlambat untuk membangun kembali keberhasilan dalam bidang ini.

(2) KEGAGALAN JIWA/INTELEK

Kegagalan dalam jiwa, bicara mengenai kegagalan dalam mempelajari kemampuan-kemampuan yang baru dalam hidup. Sering kali kita menjadi orang-orang yang malas dalam belajar sesuatu yang baru dan meningkatkan kemampuan otak atau intelektual otak kita. Gagal di bidang ini membuat daya saing kita dalam mesyarakat menjadi berkurang dan akhirnya tidak akan ada pencapaian yang berarti dalam hidup ini.

Persaingan dari hari ke hari menjadi semakin ketat. Apabila kita tidak maju secara kemampuan dan intelektual, kita akan tertinggal oleh orang lain. Jika demikian halnya jangan menyalahkan orang lain. Ketika kita mengalami kegagalan dalam hidup karena kita sudah lebih dulu gagal dalam hal yang mendasar.

Tidak belajar dari pengalaman juga mengindikasikan kegagalan secara jiwa. Kita bisa menghindari kegagalan di bidang ini dengan banyak bergaul dengan orang yang bijak dan berpengalaman guna menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu di masa mendatang.

(3) KEGAGALAN JASMANI

Apabila kita gagal untuk hidup dengan pola yang sehat, tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik, kitapun telah gagal secara jasmani yang akhirnya kegagalan mendasar ini memengaruhi tingkat kesuksesan kita di masa mendatang. Contohnya, orang yang gagal secara jasmani adalah orang-orang yang banyak merokok, minum-minuman keras, memakai obat-obatan terlarang, sering begadang, malas berolahraga, makan makanan berkolesterol tinggi yang berbahaya bagi tubuh dan berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual yang akhirnya membawa penyakit kotor. Tentu saja, akhlaq seperti ini bergantug dari kegagalan atau keberhasilan di bidang rohani.

Bagaimana mungkin seorang bisa berprestasi maksimal dalam hidupnya ketika dia mengalami kegagalan secara jasmani. Contoh mudahnya adalah ketika anda kurang beristirahat, terlalu capai dan akhirnya jatuh sakit. Andapun tidak berkutik di atas tempat tidur dan tidak bisa melakukan hal yang lainnya. Selain itu, orang lain mungkin akan dibuat repot karena anda sakit. Oleh sebab itu, sangatlah bijaksana untuk memperhatikan kesehatan tubuh dan tidak menuai kegagalan di bidang lahiriyah ini.

(4) KEGAGALAN HUBUNGAN

Kegagalan yang kita bahas di bab selanjutnya mengenai takut berteman dengan orang-orang sukses, gagal dalam memiliki hubungan yang baik dengan orang lain menghambat keberhasilan hidup kita. Apabila kita ingin orang lain melakukan sesuatu kepada kita, kitapun harus terlebih dahulu melakukannya buat orang lain. Sesuatu yang sederhana kalau anda ingin dihormati oleh orang lain, hormatilah orang lain terlebih dahulu. Kalau anda ingin diberi, berilah terlebih dahulu.

Hubungan (relationship) sungguh-sungguh merupakan faktor penting keberhasilan dalam hidup. Kalau anda gagal membangun hubugan yang baik dan kuat, akan susah sekali bagi anda untuk berhasil. Ketika anda memiliki jaringan (network), niscaya apapun yang anda kerjakan akan mudah sekali naik.

Ketika anda memiliki sebuah produk, dengan mudah anda memasarkannya melalui jaringan yang telah anda bentuk. Kalau anda memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang tertentu di perusahaan-perusahaan, dengan mudah anda akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut. Dalam dunia bisnis Cina, hubungan ini disebut dengan istilah yuan xi, tanpa hubungan yang baik dengan pejabat setempat, sangat susah untuk menjalankan bisnis disana.

(5) KEGAGALAN KELUARGA

Pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang sangat takut akan kesepian. Keluarga menjadi satu komunitas terkecil yang menjadi pendukung utama kehidupan dalam hidupnya. Percuma kalau kita begitu berhasil dalam hubungan sosial kita dengan orang lain, begitu maju dengan karir atau usaha, tetapi gagal dalam hubungan keluarga. Setiap hari menjelang senja kita tetap harus pulang ke rumah dan beristirahat untuk melanjutkan perjuangan yang panjang. Gagal membina hubungan dalam keluarga sedikit banyak memengaruhi kinerja bidang yang lain.

Kalau anda gagal dalam membina hubungan yang baik dengan pasangan anda, anak-anak atau orang tua anda, mulailah memperbaikinya supaya kegagalan tersebut tidak merembet kepada kegagalan yang lain. Berhasil dalam kehidupan keluarga kita sedikit banyak memengaruhi tingkat kesuksean dalam hidup.

(6) KEGAGALAN MENGELOLA KEUANGAN

Sebuah survai melaporkan bahwa 95 % dari seluruh uang yang beredar di muka bumi ini dikelola hanya 5 % oleh seluruh jumlah penduduk yang ada di bumi, dan sisa 5 % uang diseluruh dunia ini diperebutkan oleh 95 % manusia di muka bumi ini! Kemudian ada sebuah tulisan yang mengatakan bahwa kalau seluruh uang di muka bumi dikumpulkan dan dibagi rata kepada setiap individu diseluruh bumi ini, maka posisi 95 % dan 5 % akan kembali terbentuk dalam waktu yang tidak terlalu lama. Artinya banyak sekali orang yang salah dan gagal dalam mengelola keuangan mereka.

Bukan seberapa banyak uang yang bisa kita hasilkan, melainkan seberapa banyak uang yang bisa kita hasilkan atau kumpulkan. Orang yang mengerti bagaimana mengelola keuangan tidak akan mengalami kekurangan dalam hal keuangan. Coba anda bayangkan betapa pusingnya hidup ini ketika tidak ada cukup uang atau bahkan ketika kita berutang kepada orang lain. Gagal mengelola keuangan bisa mengakibatkan kegagalan dalam usaha ataupun hidup.

Saran saya, membaca buku-buku panduan mengenai tehnik mengelola keuangan akan sangat membantu kita mengatur keuangan kita, sekaligus mengatur hidup kita. Atau belajar dari orang-orang yang ahli dalam memegang keuangan. Tahan nafsu untuk membeli sesuatu yang melebihi kemampuan kita. Belilah sesuatu yang kita butuhkan, bukan yang diinginkan.

(7) KEGAGALAN KARAKTER

Sikap dan karakter kita menentukan tingkat ketinggian dalam hidup kita. Gagal menjadi seorang yang memiliki karakter yang baik menyebabkan kegagalan dalam hal yang lain. Kalau anda memiliki sikap yang baik dalam hidup, niscaya anda sedang mengubah diri anda menjadi magnet-magnet yang menarik segala kehidupan ke dalam diri anda seperti yang sudah dijelaskan dengan detail pada bab-bab sebelumnya.

Berubahlah menjadi individu yang semakin baik dari hari ke hari, bergaul dengan orang yang luar biasa. Berpikirlah dengan keras bagaimana caranya menjadi orang yang baik. Bentuklah kebiasaan yang baik dalam hidup supaya lama-kelamaan hal itu menjadi karakter yang melekat. Disiplinkan diri untuk mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik dan akhirnya berubah menjadi gaya hidup.

Contoh kecilnya adalah mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membantu anda. Sekilas terdengar sepele, tetapi orang akan rajin menolong anda hanya karena anda mengucapkan terima kasih. Jadilah orang yang bertanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan, walaupun kecil tetapi lakukan dengan sepenuh hati. Jadilah orang yang bertanggung jawab sebagai seorang suami, istri, orang tua, anak, pegawai atau status apapun yang anda sandang sekarang. Ciptakan integritas dan nama yang baik dengan memulainya dari karakter pribadi yang baik.

Segala sesuatu yang terjadi pada hidup ini pasti selalu memiliki hubungan sebab akibat. Karena berhasil dalam bidang kerohanian, anda akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dalam bidang kejiwaan, kemudian jasmani, hubungan, keluarga, keuangan dan karakter dan akhirnya sukses dalam pencapaian puncak anda dalam hidup ini. Tetapi kalau kita balikkan, kegagalan di satu bidang akan memengaruhi atau menyebabkan kegagalan di bidang yang lainnya. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memperhatikan 7 kegagalan dasar dalam hidup sebagai pilar-pilar yang akan menentukan teguh apa tidaknya bangunan kehidupan kita.

Saya percaya di belakang banyak orang sukses dalam sejarah umat manusia dipenuhi dengan intrik dan kisah haru yang mengantarkan menuju kesuksesan sejati. Bagaimana dengan kisah kehidupan anda sendiri ?? Mari terus maju dan menjadi besar, terlepas dari kegagalan apapun yang anda pernah alami atau bahkan sedang dialami !

Maju Terus !!! Pantang Menyerah !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here