OBAT MABUK CINTA

0
562
mabuk cinta
ilustrasi

Oleh : Fathin Alfan Bin M. Jamaludin
Puji syukur hanya milik Allah Subhanahu wata’ala yang telah memberikan kita ni’mat yang begitu banyak sehingga kita tidak akan bisa menghitungnya, solawat salam semoga terus terlimpah kepada nabi kita Muhammad Sholollohu alaihi wasalam, keluarganya para sahabatnya dan kaum muslimin yang selalu istiqomah mengikuti sunnahnya.
Ikhwan dan Akhwat yang di muliakan Allah, salah satu fitrah manusia yang Allah berikan kepada kita adalah rasa cinta akan tetapi banyak manusia menyalahgunakan rasa cinta hanya untuk mengikuti hawa nafsunya semata dan rasa cinta yang diberika Allah Subhanahu wata’ala bisa bernilai positif dan bisa bernilai negativ tergantung bagaimana ia mensikapinya.
Rasa cinta yang Allah berikan kepada manusia bisa bernilai negativ ketika disalurkan di dalam kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wata’ala, seseorang laki-laki yang mencintai seorang perempuan atau seorang perempuan yang mencintai seorang laki-laki dengan cintanya itu bisa bernilai negativ di kalau kecintannya tidak berlandaskan Al-qur’an dan Sunnah nabi kita Muhammad Saw, oleh karenanya ikhwan dan akhwat pasti kita sering mendengar istilah di mabuk cinta.
Allah subhanahu wata’ala berfirman :
وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٣٠ )
“Dan perempuan-perempuan di kota berkata, “Istri Al Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata” (QS. Yusuf : 30 )
Ikhwan dan akhwat, Mabuk cinta biasanya terjadi dari dua belah pihak antara yang mencintai dan yang dicintai, terkadang kedua belah pihak saling mencintai satu sama lainnya, namun adakalanya gejolak cinta itu bertepuk sebelah tangan dan yang terkena panah asmara ini adalah orang yang paling celaka hidupnya, paling hina, paling gelisah dan paling jauh dari Rabb mereka.
Ibnu Taimiyah berkata :”mabuk cinta dapat membuat penderitanya kurang akal dan ilmu, rusak agama dan akhlaknya, lalai akan seluruh kebaikan agama dan dunia. Dan akibat buruknya bisa menjadi berlipat ganda”.
Orang yang dimabuk cinta akan selalu mengkhayalkan kekasih hatinya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, hingga akhirnya penyakit ini akan menimpa dirinya. Kalaulah dia tau secara mendalam orang yang dikaguminya, ia tidak akan sampai dimabuk cinta.
Mabuk cinta adalah penyakit kronis yang akan merusak jiwa, menghilangkan katentraman, bahkan penyakit ini ibarat lautan berombak yang akan menenggelamkan siapapun yang mengarunginya. Penyakit ini laksana samudra yang tak bertepi. hampir tidak ada seorangpun yang dapat selamat darinya.
Oleh karena itu Ikhwan dan Akhwat, setelah kita mengetahui bertapa berbahayanya penyakit di mabuk cinta sampai-sampai imam Ibnu Qoyim menyebutkan penyakit di mabuk cinta adalah penyakit berat yang mematikan, marilah kita jaga diri kita agar jangan sampai terjerumus kedalam kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wata’ala.
Bagi Ikhwan dan Akhwat yang sedang terjangkit penyakit di mabuk cinta berhati-hatilah jangan sampai terjerumus kedalam kemaksiatan dan jangan kawatir imam Ibnu Qoyim telah memberikan obat bagi siapa saja yang sedang terjangkit penyakit ini, di antara obat penyakit di mabuk cinta adalah :
1. Mempelajari tauhid dan Sunnah
Orang-orang yang terjangkit penyakit di mabuk cinta dan terjerumus kedalam kemaksiatan di sebabkan karena kelalaian dan kebodohan terhadap agama, ilmu agama adalah pondasi dalam kehidupan kita dan modal kita untuk menjadi orang yang solih.
Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
( مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ )
“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).
Yang dimaksud faqih dalam hadits ini bukanlah hanya mengetahui hukum syar’i, tetapi lebih dari itu. Dikatakan faqih jika seseorang memahami tauhid dan pokok Islam, serta yang berkaitan dengan syari’at Allah. Demikian dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Kitabul ‘Ilmi, hal. 21.
Orang yang di mabuk cinta akan sadar dengan terus menerus mempelajari ilmu tauhid dan sunnah rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena ia akan di ingatkan bahwa manusia adalah makhluk lemah tidak ada daya dan upaya dan tidak pantas bermaksiat kepada Allah Swt.
2. Banyak beribadah baik yang dohir maupun yang batin
Ikhwan dan Akhwat perlu di ketahui Orang yang di mabuk cinta hatinya kosong dan pikiranya sempit sehingga aktifitas keseharianya yang di pikirkan adalah orang yang ia cintai, dan ia akan di sibukan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Dengan memperbanyak ibadah baik yang dohir atau yang batin akan mengendalikan pikiran dan aktifitasnya karena ia akan di sibukan dengan beibadah, ibadah yang dohir seperti solat baik yang solat wajib atau yang sunah, infaq, sedeqah, menghadiri majlis ilmu, adapun ibadah yang batin seperti dzikir, puasa, berdoa dan yang lainnya.
3. Kembali dan merendahkan diri di hadapan Allah
Merendahkan diri adalah sifat yg sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.
Yang dikatakan Tawadhu’ ataupun sikap rendah diri adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerima dari siapapun yang datang baik ketika suka, duka atau dlm keadaan marah sekalipun. maksudnya janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap bahwa semua orang membutuhkan dirimu. Bergaullah dengan orang – orang disekitarmu dengan menjaga hiti, martabat, tingkah dan perasaan orang lain.
Lawan dari sifat tawadhu’ adl takabbur sifat yg sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dgn sabdanya:
( الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ)
“Kesombongan adl menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.”

Orang yang di mabuk cinta dan terjerumus kedalam kemaksiatan adalah orang-orang takabur (sombong) karena ia menolak kebenaran dan hanya mementingkan hawa nafsunya saja, bagi ikhwan dan akhat yang terjangkit penyakit ini rendah diri lah di hadapan Allah Swt karena itu akan melembutkan hati dan membersihkannya.
4. Ikhlas
Ikhlas adalah melupakan pandangan makhluk (manusia) pokus untuk mendapatkan pandangan Allah Swt semata, ikhlas ini merupakan obat yang paling mujarab untuk mengatasi penyakit mabuk cinta, sebagai mana Allah Swt menceritakan kisah nabi yusuf dalam Al-qur’an ketika di goda oleh istri raja.
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (٢٤)
.Sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.(QS. Yusuf:24)
Allah Swt mengabarkan bahwa nabi Yusuf di palingkan dari mabuk cinta dan perzinahan dikarnakan keikhlasannya kepada Allah Swt, sesungguhnya jikalau seseorang mempunyai keikhlasan maka hatinya tidak akan di kuasai setan dan tidak akan tertarik hanya penampilan fisik saja. Wallahu a’lam bissowab.
Maraji’ :

1. Al-Qur’anul Karim
2. Kitab Addau Wadawa, ibnu Qoyyim al-Jauziyah
3. Kitabul ilmi, syaikh al-Utsaimin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here