MAKSIAT SEPERTI RACUN

0
384
stop maksiat
ilustrasi

Oleh: Fathin Alfan bin Jamaludin

Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala Rabb semesta alam. Segala puji baginya yang telah menurunkan Al-kitab (Al-Qur’an) kepada hambanya, Solawat dan salam semoga tercurah limpahkan kepada nabi akhir zaman penutup para nabi yaitu nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.
Maksiat adalah bisa disebut juga dzanbun, khotiah, dan syai’ah. Khotiah yang pada intinya suatu perbuatan yang tidak mengikuti petunjuk sehingga melanggar aturan Allah Subhanahu wata’ala dan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.
Maksiat menurut Ibnu Taimiyah rahimaullah adalah “suatu perbuatan yang menyelisihi dan menentang perintah Allah dan rasul-Nya maka ia telah bermaksiat”
Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدً
“Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.(QS.Al-Jin:23)
وَتِلْكَ عَادٌ جَحَدُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهُ وَاتَّبَعُوا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ
“Dan itulah (kisah) kaum Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran)”.(QS.Hud : 59)
Ikhwan dan akhwat yang di muliakan Allah Subhanahu wata’ala Ibnu Qoyim mengibaratkan kemaksiatan seperti racun yang membahayakan tubuh manusia, makin banyak racun yang masuk kedalam tubuh kita maka makin membahayakan bahkan bisa mematikan begitu pula dengan maksiat makin besar maksiat yang kita lakukan maka makin besar bahaya yang akan kita dapatkan.
Maksiat mempunyai pengaruh yang sangat buruk bagi kehidupan manusia di antaranya adalah :
1. Terhalangnya ilmu
Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi hati manusia dan maksiat akan memadamkan cahaya ilmu oleh karenanya jangan padamkan ilmu yang Allah berikan kepada kita karena kemaksiatan, sebagaimana ketika imam Syafi’i membaca kitabnya imam Malik dan membuat takjub imam Malik maka mengatakan kepada imam syafi’I “aku melihat Allah Subhanahu wata’ala telah memberikan cahaya ke dalam hatimu, maka janganlah engkau padamkan dengan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wata’ala.
Pada suatu hari imam Syafi’i mengeluhkan hafalannya kepada gurunya Waki rohimahullohu ta’ala
Aku mengadu kepada Waki tentang jeleknya hafalanku
Maka aku di nasihati agar meninggalkan maksiat
Ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya
Dan cahaya Allah tidak akan di berikan kepada siapa saja yang bermaksiat
Para ulama mereka adalah orang-orang yang solih yang menjaga diri agar tidak terjerumus kedalam kemaksiatan sehingga pantaslah ilmu para ulama menjadi berkah dan banyak manfaat untuk kaum muslimin.
2. Terhalangnya rizqi
Ikhwan dan akhwat yang di muliakan Allah Subhanahu wata’ala rizqi adalah apa saja yang di berikan Allah kepada kita sehingga bisa di pakai, di ni’mati atau di makan, kebanyakan manusia mengira rizqi itu hanya sebatas uang yang di dapatkan, padahal rizqi itu tidak hanya terbatas uang tapi bisa juga makanan, tempat tinggal bahkan ilmu dan pemahaman termasuk juga rizqi dari Allah Subhanahu wata’ala.
Perlu kita ketahui bahwa rizqi yang kita cari bisa terhalang karena kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana sabda shalallahu ‘alaihi wasalla:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُه
“Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya.” ( HR : Ibnu Majah )
3. maksiat membuat sulit semua urusan kita
Jika kepada Allah dapat memudahkan segala urusan, maka kemaksiatan akan mempesulit segala urusan pelakunya. Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gulita. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan”.
Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakcerahan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, sulitnya rezeki dan kebencian makhluk.”
Jika kita gemar bermaksiat, semua urusan kita akan menjadi sulit karena semua makhluk di alam semesta benci pada diri kita. Air yang kita minum tidak ridha kita minum. Makanan yang kita makan tidak suka kita makan. Orang-orang tidak mau berurusan dengan kita karena benci.
4. Maksiat melemahkan hati dan badan
Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya. Tapi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah. Tidak ada kekuatan dalam dirinya.
Banyak orang yang hanya mementingkan kekuatan jasmani tetapi lupa dengan kebersihan hati sehingga tidak ada keseimbangan dalam hidupnya, lihatlah bagaimana menyatunya kekuatan fisik dan hati kaum muslimin pada diri generasi pertama. Para sahabat berhasil mengalahkan kekuatan fisik tentara bangsa Persia dan Romawi padahal para sahabat berperang dalam keadaan berpuasa!
5. Maksiat menumbuhkan maksiat lain
Seorang yang melakukan kemaksiatan kepada Allah akan terrangsang untuk terus bermaksiat, yang pada dasarnya manusia yang sudah terperangkap dalam kemaksiatan akan merasa sulit untuk keluar dan melepaskan diri darinya sebagaimana dikatakan oleh ulama salaf:
“diantara hukuman berbuat maksiat adalah terjatuh kepada maksiat yang selanjutnya, dan diantara ganjaran berbuat ketaatan adalah dimudahkannya untuk berbuat ketaatan sesudahnya. Maka, jika seorang hamba melakukan suatu kebaikan, kebaikan lainnya akan minta untuk dilaksanakan juga, begitu seterusnya hingga hamba tersebut memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dan kebaikan yang tidak sedikit, begitu pula halnya dengan keburukan. Dengan demikian ketaatan dan kemaksiatan merupakan sifat yang kokoh dan kuat serta menjadi kebiasaan yang teguh pada diri sang pelaku.
Masih banyak lagi akibat seseorang yang melakukan kemaksiatan kepada Allah baik yang kecil ataupun yang besar semuanya membahayakan kita, oleh karena itu ikhwan dan akhwat marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita agar tidak trjerumus kedalam kemaksiatan kepada Allah Allah Subhanahu wata’ala.
Salah satu akibat maksiat yang mengerikan adalah Allah Allah Subhanahu wata’ala akan menurunkan adzab yang pedih di dunia seperti banjir, tsunami, longsor, dan yang lainnya, adzab yang Allah berikan tidak khusus menimpa orang-orang yang bermaksiat akan tetapi menimpa juga kepada orang-orang yang solih di dekatnya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموامنكم خاصة, واعلموا ان الله شديد العقاب.
“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya” (Al-Anfal : 25 )
Dari Ummu Salamah – istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam – mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا ظَهَرَ الْمَعَاصِيْ فِيْ أُمَّتِيْ عَمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ
“Apabila perbuatan-perbuatan maksiat muncul di kalangan umatku, maka Allah akan menimpakan adzab dari sisi-Nya kepada mereka secara menyeluruh.”
Ummu Salamah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah bila di antara mereka terdapat orang-orang yang sholeh?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Ya, ikut tertimpa adzab pula.” Ummu Salamah bertanya, “Lalu bagaimanakah nasib mereka selanjutnya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang-orang sholeh itu ikut tertimpa adzab yang menimpa kaumnya, kemudian mendapat ampunan dan ridha dari Allah subhanahu wata’ala.” (HR. Imam Ahmad)
Maka hendaknya setiap orang mukmin memperhatikan ayat dan hadits ini. Janganlah merasa aman dan tenang karena adzab Allah subhanahu wata’ala bisa dating kapan saja dan di mana saja kita berada, semoga kita menjadi hamba-hambanya yang selalu beramal solih dan menjauhi kemaksiatan Amin ya robbal A’lamin.

Refrensi :
1. Al-Qur’an Terjemah
2. ‘Al-Jawabul Kafi’ karya Ibnul Qoyyim rahimahullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here