MEMBUMIKAN MAN JADDA WAJADA UNTUK MERAIH SUKSES

0
641
Anda pernah mendengar ungkapan Man Jadda Wajada? Namun sudahkah Anda mengaplikasikan prinsip ini? Banyak sudah tahu namun masih sedikit yang mengaplikasikannya.
Banyak contoh yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tidak menerapkan prinsip ini. Mereka cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah pada nasib.
man jadda wajada
Ciri utamanya ialah suka mengatakan “saya tidak bisa”.
Definisi Man Jadda Wajada
Arti man jadda wajada berarti barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat, ini bukan hadist, meski menggunakan bahasa Arab,tetapi sejenis pepatah berahasa arab dengan maknanya yang dalam.
Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-sungguh. Jadi, sejauh mana Anda mengaplikasikan pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.
Kenapa Harus Bersungguh-sungguh?
Jawabannya: wajada. Supaya Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Allah yang menentukan segala sesuatu, akan tetapi kita diwajibkan ikhtiar, dan kesungguhan dalam ikhtiar diperlukan yang akan terjadi dalam skenario kehidupan kita.
Sungguh-sungguh adalah salah satu cara menyempurnakan amal kita secara lahir. Sehingga kita benar-benar maksimal berusaha. Berhasil atau tidaknya kita serahkan kepada Allah, namun Jangan sampai, kita dengan mudahnya menyalahkan takdir, padahal kita belum maksimal dalam ikhtiar.
Perintah Melakukan Kesungguhan
Segala sesuatu, jika ingin berhasil harus dilakukan dengan kesungguhan. Jadi, man jadda wajada, meski pun hanya sebuah pepatah, tetapi tidak bertentangan dengan ajaran Islam, sebab kesungguhan memang diperintahkan kepada kita.
Diantara perintah kesungguhan:
1. Kesungguhan Dalam Meraih Keridhaan
Tentu saja, yang pertama-tama adalah kesungguhan untuk mencari keridhaan Allah. Ini adalah hal yang besar, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jika kita sungguh-sungguh, maka Allah akan menunjukan jalan-Nya.
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al- Ankabut : 69)
2. Kesungguhan Mengubah Keadaan Diri
Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (Q.S. ar-Ra‘d : 11)
Anda ingin berubah menjadi pribadi lebih baik? Maka Anda harus memiliki kesungguhan berusaha mengubah diri sendiri. Jika Anda tidak sungguh-sungguh mengubah diri sendiri, jangan berharap Allah akan mengubah kondisi Anda.
3. Kesungguhan Dalam Mencari Nafkah
Rasulullah SAW juga menyuruh kita agar bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah. Bahkan selain kita akan mendapatkan rezeki yang berlimpah, bonus yang jauh lebih besar juga akan kita dapatkan yaitu ampunan Allah SWT. Karena ampunan Allah adalah anugrah yang tidak dapat diukur dengan materi. Luar biasa manfaat dari kesungguhan itu.
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya, di antara perbuatan dosa, ada yang tidak dapat dihapus oleh (pahala) shalat, sedekah, atau pun haji. Namun hanya dapat ditebus dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan.” (HR. Tabrani)
“Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah.” (HR. Ahmad)
Mengukur Man Jadda Wajada Pada Diri Anda
Sebagai contoh, Anda ingin membangun bisnis sebagai salah satu cara mencari nafkah. Sudahkah Anda sungguh-sungguh dalam membangun bisnis? Sudahkahkan man jadda wajada Anda terapkan dalam membangun usaha Anda?
Silahkan Anda periksa pertanyaan berikut kemudian jawablah dalam hati Anda, dan tentukan seberapa besar Man Jadda Wajada pada diri anda saat ini!!!
•Sudahkah Anda bersungguh-sungguh melihat peluang. Coba lihat catatan Anda, sudah seberapa banyak potensi peluang yang Anda catat?
•Seberapa dalam Anda meneliti sebuah ide bisnis?
•Seberapa banyak ide-ide mengoperasikan bisnis yang sudah Anda coba?
•Seberapa banyak ide-ide pemasaran yang sudah Anda lakukan?
•Sudah berapa kali Anda gagal dan bangkit lagi mencoba?
•Seberapa keras Anda mencari solusi masalah Anda?
•Berapa banyak kontak yang sudah Anda kumpulkan untuk mendukung bisnis Anda?
Man Jadda Wajada Belum Membumi Jika Masih Berdalih
jika masih di temukan kata “tapi” sebagai dalih tidak berusaha, artinya Anda belum bersungguh-sungguh.Mungkin daalih anda benar, akan tetapi anda tetap tidak akan meraih apa yang anda inginkan, karena dalih sudah menjadi benteng pemisah dari kesuksesan anda.
Jika Anda memang bersungguh-sungguh, akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Akan selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah Anda.Setiap orang memiliki karunia potensi yang sama dari Allah SWT, yaitu potensi pikiran, hati, dan tabah. Yang berbeda hanyalah sejauh mana kita memaksimalkan potensi tersebut untuk membumikan Man Jadda Wajada.
Cara Membumikan Man Jadda Wajada
Langkah selanjutnya ialah membumikan Man Jadda Wajada, bukan hanya pepatah penghias dinding, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan kita.
1. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan mengalahkan rasa malas yang menghambat Anda untuk bertindak.
2. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan mencari cara mengatasi rintangan dan halangan yang ada di depan Anda.
3. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan berusaha melengkapi apa yang menjadi kekurangan Anda untuk meraih tujuan besar Anda.
4. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan belajar jika Anda belum bisa melakukan sesuatu yang diperlukan untuk meraih sukses.
5. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan mudah berhenti, terus berpikir kreatif, mencoba dan mencoba sampai Anda menemukan jalan yang tepat.
6. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan kalah dengan alasan, justru akan berusaha mengatasi alasan tersebut.
Sabar dan Ikhlas kunci kesuksesan
Menurut Syaikh Mu’min Fathi al-Haddad, dalam Kaifa Takhsya’u fi Shalatika wa tadfa’u min Wasawisika, menyatakan bahwa, keikhlasan tidak akan sempurna tanpa adanya kesungguhan, dan tiada kesungguhan tanpa adanya keikhlasan. Sedangkan kesungguhan dan keikhlasan tidak akan dapat sempurna kecuali dengan kesabaran.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/07/24989/tiada-kemuliaan-tanpa-kesungguhan
Ikhlas adalah niat karena Allah. Jika niat karena Allah sudah tertanam dalam setiap amal kesungguhanpun akan mengiringi usaha kita, karena usaha apapun tanpa niat yang baik akan sia-sia
Jika pohon yang semakin tinggi akan diterpa angin yang lebih besar. Ujian yang lebih besarpun akan menerpa anda, ketika anda naik ke tingkat yang lebih tinggi. Maka kesabaran mutlak sangat diperlukan, bahkan menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan. Tidak ada kesungguhan tanpa kesabaran
Silahkan ukur diri Anda, sejauh mana Anda membumikan man jadda wajada dalam kehidupan Anda.
Oleh : Rahmat Mr.power
sumber : Motivasi-islam.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here