Bata demi Bata Menara Cahaya

0
30
Bata demi Bata Menara Cahaya

oleh : Salim A. Fillah

Kau mengatakan,

“Dalam tiap takdir kesalahan mu pada ku,

Aku sensantiasa berharap takdir kemaafanku mengiringinya.”

Ku jawab lirih, “Dalam tiap takdir kejatuhan mu,

Semoga tertakdir pula uluran tanganku.”

Maka kita pun bersenandung,

“Dalam takdir ukhuwwah kita, Semoga terbangun kokoh menara cahaya, tempat kita bercengkrama kelak di surga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here