Allah Maha Mengawasi Tapi Pelihara Privasi

0
19

 

Oleh: Lulu Istikhoroh

هوالذي لا اله الا هو الملك القدوس السلام الؤمن المهيمن العزيزالجبارالمتكبر سبحا ن الله عما يشركون

“Dialah Allah, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia. Maha Raja yang Maha Suci, yang Maha sejahtera (as-salam), yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, yang Mahaperkasa, yang Mahakuasa, yang  Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah apa yang mereka persekutukan.”(QS.al-Hasyr)

Al-Muhaimin, salah satu asmaul Husna yang memiliki paling tidak tiga arti dari konsukensi, merangkum dari perkataan para ulama. Pertama al-ilmu, mengetahui. Al-Muhaimin berarti ar-roqib dan asy-syahid,  yang Maha Mengawasi dan menyaksikan. Ibnu Abbas dan beberapa pakar tafsir lain mengartikan Al-Muhaimin dengan dua makna tersebut. Allah Maha Mengawasi dan menyaksikan gerak dan diam semua makhluknya. Tidak hanya gerakan yang kasat mata, gerak dan bersit batin pun tampak oleh-Nya. Allah menyatakan dalam firman-Nya yang artinya, “…tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun sebesar zarrah, baik yang di langit dan yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar…”(QS. Saba’:3)

Pengawasan Allah jauh lebih tajam daripada CCTV, lebih luas dari jangkauan Google, lebih detail dari tekhnologi apapun di dunia. Tidak ada alat yang mampu mengetahui dengan pasti kondisi hati. Allah mengawasi hati dan pikiran manusia. Tidak hanya 24 jam, pengawasan itu akan berlangsung selamanya. Dengan ini Allah Maha Mengetahui semua yang terjadi di semesta.

Kedua, Al-Qudrah. Kemampuan untuk bertindak terhadap apa yang diketahui. Adapun manusia, banyak yang mengetahui, melihat dan menyaksikan, namun tak mampu melakukan apa-apa. Ada yang sebenarnya mampu, tapi tidak tahu. Tidak  semua orang bisa tahu dan mampu. Pengetahuan dan penglihatan tiada akan banyak berguna jika tak disertai kemampuan bertindak dan merespon apa yang diketahui dan dilihat.

Al-Muhaimin, adalah Dzat yang Maha Mengawasi dan Maha mampu melakukan apapun terhadap semua objek yang diawasi. Allah mengetahui ada manusia yang membutuhkan rezeki lalu memberinya, mengetahui yang sakit lalu menyembuhkan atau mematikan, mengetahui yang kesusahan lalu memberi kemudahan atau terus mengujinya. Semua ada dalam genggaman-Nya.

Ketiga, Al-hafidz, Maha Memelihara. Manusia mampu mengawasi orang lain tapi seringnya tidak mampu memelihara penglihatanya. Pengawasan manusia akan membuat  privasi kita terganggu. Sementara pengawasan Allah justru kita butuhkan. Tak bisa dibayangkan jika kita lepas dari pengawasan-Nya. Siapa yang akan menolong kita saat kita butuh pertolongan? Siapa yang akan mengobati kesedihan dan luka hati kita saat kita merasakanya dan tak bisa menceritakannya? Siapa yang akan memberi kita rezeki saat kita dalam kefakiran?

Beriman kepada al-Muhaimin akan membuat hati kita tenang tapi juga waspada. Tenang jika kita berada di atas jalan kebenaran. Pengawasa-Nya akan membuat kita amanah karna Allah tidak hanya mengawasi tapi juga menjaga. Waspada jika nafsu dan setan mengajak kepada keburukan. Pengawasan-Nya adalah yang terjeli dari semua jenis pengawasan di muka bumi. Tak terhalangi sesuatu apapundan akan terekam sampai hari Kiamat. Inilah muroqobah yang akan membawa hati menuju ketenangan dan kebahagiaan hakiki.

Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here