Alat pengubah keadaan dunia

0
26



High Frequency Active Auroral Research Program [program penelitian auroral aktif frekuensi tinggi] penelitian gabungan yang dilakukan dan biayai oleh angakatan udara AS, angkatan laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advance Research Projects Agency [DARPA]. Penelitian ini dimulai pada tahun 1993. Dan salah satu stasiun HAARP milik Amerika ada di Alaska

Dia menembakan gelombang frekuensi dari sangat rendah sampai yang sangat tinggi keatas atmosfir. Efeknya akan mempengatuhi ionosfir dan statosfir menjadi hangat, menciptakan awan dan merubah iklim dunia, jika frekuensinya diganti maka gelombang radio itu terpantul kembali ke bumi dan mrnciptakan gempa bumi dan dapat mempengaruhi pikiran manusia.

Stasiun HAARP yang ada di Alaska terdiri atas 360 antena dan masing- masing antena mrnghasilkan daya panncar minimal sebesar 10.000 watt. Jika seluruh antena dinyalakan secara bersamaan akan menghasilkan 3,6 juta watt hingga milyaran watt, gelombang tersebut dipancrakan ke langit, ke lapisan luar atmosfir sehingga membuat lapisan teratas menjadi hangat,

Tujuan utama dari penlitian ini ialah untuk mempelajari lebih  jauh lapisan ionosfer dan menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionospheric untuk komunikasi radio dan kepeluan keamanan, selain itu tujuanya agar dapat membuat pesawat terbang musuh jatuh atau satelit tak berfungsi, namun masih banyak kemampuan lainya yang tak disangka.

                 Pusat operasionalisasinya berada di sebuah fasilitas milik angkatan udara AS dekat Gakona, Alaska,  bernama HAARP Research Station, Instrument terpenting dalam penelitian ini yaitu Ionospheric Research Instrument [IRI] yaitu radio pemancar frekuensi sangat rendah namun berdaya tinggi

                 Cara kerjanya dengan memancarkan frekuensi sangat rendah /very low frequensi [VLF] berdaya tinggi namun lama-lama mereka mencoba frekuensi lain termasuk frekuensi tinggi / Hight Frequency [HF], dan masih banyak frekuensi lain dan setelah dicoba hasilnya sangat menakutkan!

               Semenjak penemuan frekuensi rendah kemudian frekuensi tinggi dengan ”menembak” atmosfir, maka secara otomatis digunakan untuk kepentingan lain seperti:

  • Mengubah keadaan atmosfir, efeknya iklim dan cuaca suatu wilayah mengalami kekeringan, hujan, banjir, bersalju, angin kencang, tornado bahkan badai dan topan.

       Dengan pancaran menggunakan frekuensi tinggi akan mengubah cuaca dengan cara mrngkondensasikan atau mengembunkan udara, untuk membuat awan. Frekuensi HF ditembakan kearah lapisan statosfer dan ionosfer yang berada bagian ataas, cara itu dapat menghasilkan butiran- butiran air yang nantinya menjadi awan awan hujan.

          Banyak sedikitnya awan yang tercipta tergantung lama tidaknya dan seberapa besar kuat arus dan watt yang ditembakan ke atmosfir, selama ada angin maka tercipta awan lurus panjang dan terkadang berbentuk ular. Saking panjangnya awan yang berisi burtiran air hingga mengelilingi bumi. Saintis menyebutnya “ sungai angkasa”

    Awan- awan itu bisa menjadikan curah hujan biasa, lebat, hingga topan dan badai. Namun awan dapat diciptakan agar terhalangnya sinar matahari dan membuat bumi lebih dingin atau malah lebih hangat dari  biasanya.

  • Radio Frekuensi [ radio wave ] dapat menciptakan gempa

HAARP disinyalir dapat menciptakan gempa dengan menembakan frekuensi kearah yang sama, teknologi ini semakin berkembang sejak tahun 60-70an. Russia dan Cina termasuk yang lebih dulu memiliki teknologi ini.

Frekuensi demi frekuensi dicoba mulai dari yang rendah LV atau VLF dan juga yang tinggi HF, VHF, UHF, dan lainya. Cara menciptakan gempa bumi sama, dengan menembakan frekuensi tetap ke atmosfir lalu memantul ke bumi, gelombang tersebut masuk ke tanah hingga ke kerak bumi,  bahkan bisa menembus mantel bumi lebih jauh dari dalamnya samudera.

Efek cara itu kepadatan dan materi di dalam tanah wilayah tersebut akan terguncang, apalagi diwilayah yang terletak dipatahan yang tak stabil, maka terjadilah gempa dan beberapa gempa memicu tsunami.

Untuk membuktikan bahwa HAARP dapat mebuat gempa, seorang ilmuan membuat stimulasi sederhana, dengan sebuah maket miniatur kota komplit dengan rumah-rumah, bebatuan, pohon hutan, bukit dan lainya. Dan untuk membuktikan bahwa frekuensi sangat rendah dapat memicu gempa dia menggunakan pengeras suara rendah untuk bass, yaitu sub-woofer  diletakan agak jauh dari miniatur kota tersebut.

Setelah sub-woofer dinyalakan, tiada suara yang terdengar oleh manusia, hanya membran sekililing / dipinggir sub- woofer yang bergerak maju mundur dengan hebat. Lalu apa yang terjadi ? miniatur menjadi berantakan !!

Terlihat foto efek HAARP di Alaska terhadap aurora yang terlihat diatas atmosfir langit utara bumi [ aurora Borealis ] beberapa jam sebelum gempa bumi besar di Aceh Indonesia yang berskala 9,1 SR

Untuk memicu gempa cukup memancarkan frekuensi sangat rendah keatas ionosfir lalu memantul turun kembali ke permukaan bumi, mirip gelombang radio SW. Saat terpantul kembali maka frekuensi sangat rendah itu menerobos masuk ke dalam kerak bumi dan menggetarkanya, terjadilah gempa bumi.  

  • Mempengaruhi pemikiran dan perilaku manusia

Frekuensi sangat rendah [VLF] dapat menggerakan lempeng bumi yang tidak stabil, dapat mempengaruhi otak manusia dan menjadikan perilaku manusia menjadi tidak logis, efek frekuensi sangat rendah terhadap otak bermacam-macam mulai dari tak bersemangat, berhalusinasi, tidak logis, mudah terpengaruh, bahkan menjadi agresif dan gila.

Karena frekuensi disamakan dengan gelombang otak, maka terjadi keributan disuatu wilayah, pemberontakan, kudeta, perang, dan dampak sosial lainya.

Saat ini frekuensi sangat rendah dibutuhkan oleh negara-negara koboy yang maju untuk mengatur dunia dengan satu komando [New World Order]

Disinyalir teknologi ini dikembangkan karena manusia kepo dengan “hantu”. Dan menurut ilmu pengetahuan hantu adalah halusinasi manusia dikala otak terkena gelombang frekuensi sangat rendah, maka terjadilah distorsi informasi oleh indera manusia efeknya manusia dapat melihat yang tiada, mendengar dan merasakan yang sebenarnya tidak ada namun seakan akan ada.

HAARP juag dapat melawan sifat alam yang alamiah, seperti gempa yang terjadi didaerah yang jarang terjadi gempa dimana tak ada gunung dan jauh dari pinggir lempeng samudera atdengan ,mau benua, seperti gempa yang baru baru ini terjadi di pantai timur Amerika yang tak pernah gempa, namun titik episentrum ada disana.

Teori konspirasi

Sebenarnya pengentahuan tentang HAARP di negara maju sudah ada puluhan tahun yang lalu konsppirasi awal dibuat oleh Uni soviet namun dengan nama dan cara yang berbeda. Uni soviet menembakan frekuensi rendah langsung ke tanah bukan ke angkasa, unutk membuat gempa menggunakan dua pipa berdiameter sekitar 5 meter dan tinggi 10 meter. Di angkut menggunakan truk panjang kontainer, seperti membawa rudal balastik/roket.

Cara menggunakanya dengan meletakan secra vertikal, lalu lubang yang mengeluarkan frejuensi rendah diarahkan ketanah frekuensi dinyalakan, HAARP pertama ini menimbulkan gempa daladm radius 1kilometer.

Namun saat Uni soviet terkena  krisis ekonomi, politik. Teknologi dan kendaraan serta seluruh perlengkapan dijual semua kepada Amerika lalu menyempurnakan teknologi tersebut.

Antena HAARP milik Uni soviet dijuluki “Woodpecker” oleh Amerika, dijuluki burung pelatuk karena saat frekuensi dipancarkan terdengar seperti burung pelatuk yang sedang mematok secara terus menerus.

Setelah pihak Amerika memiliki teknologi HAARP maka anggota New World Order telah menguasai teknologi “pengatur cuaca” ini, secara otomatis kelompok pemuja setan lainya seperti Illuminati, Freemason, Skull & Bone dan para Mansonic dan lainya juga ambil bagian, info ini didapat secara terang terangan dan dengan bukti kuat bahwa pihak New World Order akan mengambil alih dunia menjadi satu komando.

Itulah HAARP alat yang mengeluarkan frekuensi sangat rendah pendeteksi tambang dan mineral, menjadi senjata perusak iklim “tak terlihat” dan tercanggih yang pernah diciptakan manusia. Kemampuan “tak terlihat” ini yang membuatnya sebagai salah satu andalan sebagai senjata perusak dahsyat yang terlihat nyata, dengan cara “menghantam” frekuensi sangat rendah atau sangat tinggi lalu memantul kedalam kerak bumi, cara perusak iklim ini telah terbukti secara sains.  

Oleh : zahwa ainun bakti  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here