Proses Hujan Es dalam Al-quran

0
20

             

Tahapan terbentuknya hujan es

          Arus udara mendorong awan-awan tersebar kearah atas. Untuk membentuk es ukuran kecil, diperlukan arus udara dengan kecepatan 45 km/jam, ukuran sedang 88 km/jam dan ukuran besar 160 km/jam. Awan-awan tersebut berharmoni, menumpuk satu sama lainnya hingga membentuk seperti gunung (sebagai awan kumulus) yang tingginya mencapai beberapa kilometer di atmosfer, membentuk tetesan-tetesan air.

          Benih-benih air yang terkumpul membeku seiring dengan cuaca yang semakin dingin, turun dibawah 0 derajat. Para ilmuan mengatakan bahwa proses terbentuknya satu butir es kecil memerlukan waktu sekitar 5-10 menit. Dan 1 butiran es merupakan perpaduan dari ratusan juta benih air. Terkadang, diameter butiran es itu mencapai 15 cm. Butiran es itu ada yang jatuh sampai ke bumi atau lebur oleh arus udara di awan sebelum sampai ke bumi. Para ilmuan menyatakan bahwa butiran yang larut dalam udara sekitar 40-70%.

          Belakangan, para ilmuan mengonfirmasi bahwa arus udara ke atas tidak hanya berfungsi membentuk dingin, tapi juga mendorong puncak tumpukan awan ke lapisan troposfer, kemudian menciptakan kondisi yang berpotensi terjadinya petir.

Fakta ilmiah dari Al-quran

       Ayat yang menjeaskan tentang terjadinya hujan es adalah Surat An-Nuur, ayat 23:

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikaya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpaalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya. (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendakiNya dan dipalingkanya dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

Uraian ayat tersebut:                                                                                           

  1. ‘’Tidaklah kalian melihat bahwa Allah mengarak awan -> isyarat adanya arus udara yang mendorong dan menggiring awak kearah yang tinggi.”
  2. “Kemudian megumpulkan (bagian-bagian) nya.’’ -> dikumpulkannya awan hingga membentuk agregasi awan yang besar .
  3. ‘’kemudian menjadikannya bertindih-tindih’’ -> terjadinya awan kumulus.
  4. ‘’Maka kelihatanlah olehmu, hujan keluar dari celah-celahnya” -> terjadinya butiran air hujan dan keluar dari celah-celah awan.
  5. ‘’dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung” -> sebuah indikasi terbentuknya awan kumulus dan isyarat tentang adanya sejumlah tempat pertemuan dingin di sejumlah lokasi-lokasi tertentu dari awan, tidak seluruhnya.
  6. ‘’Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang di kehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang di kehendakiNya -> sebuah tanda tentang sampainya sebagian es ke permukaan bumi dan sebagian lainnya lebur di udara.
  7. ‘’Kilauan kilatnya itu hampir menghilangkan penglihatan” -> ini pertanda terjadinya petir dalam kondisi terbentuknya butiran es di awan tadi.

Al-quran telah menjelaskan tentang proses hujan es lebih dari 14 abad yang lalu, jauh sebelum para ilmuan mengungkapkannya secara ilmiah. Ini membuktikan bahwa Al-quran bukanlah buatan manusia (beberapa menyatakan buatan rasulullah SAW.) tapi murni dari Allah SWT. Adakah kitab suci agama lain yang mengungkapkan kejadian ilmiah sedemikian rincinya?

Oleh: Meisyaf Khusnul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here