Ukhuwah Islamiyah, Bahtera Kaum Muslimin Yang Tak Boleh Retak

0
1431
ukhuwah

Rosulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang beriman yang saling mencintai karena Aku, maka akan disediakan bagi mereka mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya hingga para Nabi dan Syuhada’ iri kepada mereka”. (HR. Tirmidzi)
                Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan islam) merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendasar, bahkan hal ini merupakan salah satu ukuran keimanan yang sejati. Karena itu, ketika Nabi SAW berhijrah ke Madinah, yang pertama dilakukannya adalah Al-Muakhah, yakni mempersaudarakan sahabat dari Makkah atau Muhajirin dengan sahabat yang berada di Madinah atau kaum Anshor. Ini berarti, ketika seseorang atau suatu masyarakat beriman, maka seharusnya ukhuwah islamiyah yang didasari oleh iman menjelma dalam kehidupan sehari-hari, Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kaum muslimin itu bersaudara, karena damaikanlah antara kedua  saudaramu dan bertakwalah supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Al-Hujurot: 10)

                Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

                “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya seperti dia mencintai untuk dirinya sendiri”. (HR. Bukhori Muslim)
                “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan kasih-mengasihi seperti tubuh, jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka seluruhnya akan tidak bisa tidur dan demam”. (Muttafaqun ‘Alaih)
                Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan islam) bukanlah teori. Ini adalah ajaran praktis yang bisa kita lakukan dalam keseharian. Karena itu, nikmatnya ukhuwah tidak akan bisa kita kecap, kecuali dengan mempraktikannya. Ada beberapa cara apabila dilakukan, maka kita akan merasakan ikatan ukhuwah diantara kita akan semakin kokoh:
1.Bila berjumpa, tunjukkan wajah gembira dan senyuman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.”(HR.Muslim)
2.Mengucapkan salam ketika bertemu
                Dengan sapaan salamyang mengandung do’a keselamatan, ikatan ukhuwah kaum muslimin akan semakin erat dan tumbuh rasa saling cinta sesama mereka.
                Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling cinta-mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling cinta-mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian.”(HR.Muslim)
                Hadits ini memberikan keterangan kepada kita tentang betapa besarnya peranan salam dalam membantu seseorang untuk masuk ke dalam surga. Demikian juga dapat kita ketahui betapa besarnya peranan salam dalam mempererat ukhuwah islamiyah.
3.Berjabat tangan dengan erat dan hangat
                Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Tidak ada dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Dawud)
4.Saling Berkunjung
                Rosulullah sallallahu ‘alaih wa salam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberi karena Aku.’” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)
5.Mengucapkan selamat saat saudara mendapatkan kesuksesan
                Anas bin Malik ra berkata, Rosulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada hari kiamat.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Shagir)
                Termasuk sesuatu yang sangat menggembirakan adalah mengucapkan selamat kala saudara kita menikah, melahirkan anak, menempati rumah baru, pergi haji, beli motor baru dan lain-lain.
6.Saling memberi hadiah terutama di waktu-waktu istimewa
                Hadits marfu’ dari Anas bin Malik bahwa, “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.”
                Thabrani juag meriwayatkan hadits marfu’ dari Aisyah ra bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”
7.Saling memperhatikan dan saling membantu
                Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
8.Minta dido’akan dari jauh saat berpisah
                Umar bin Khattab ra berkata, “Aku minta izin kepada Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan umroh, lalu Rosulullah SAW mengizinkanku. Beliau bersabda, “Jangan lupakan kami, wahai saudaraku dalam do’amu.” Kemudian ia mengatakan satu kalimat yang menggembirakanku bahwa aku mempunyai keberuntungan dengan kalimat itu di dunia. Dalam satu riwayat, belliau bersabda, “Sertakan kami dalam do’amu, wahai saudaraku.” (Abu Daud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih).
                Rosulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba Mukmin yang berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu’.” (HR. Muslim)
               

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here